UNTAN, Sebuah kesempatan untuk kunjungan para peneliti perdamaian

 

 

*AdministrasiPublik *Sosiologi
*Politik
*Pontianak
*Sambas
*Sanggau
*Sintang


*Tersedianya tempat untuk Pengajar Tamu

*Database ilmiah tentang Konflik Kalimantan Barat

 

Kehadiran program-program studi konflik dan kehadiran pakar-pakar dan ilmuwan-ilmuwan konflik di UNTAN membuat universitas ini menjadi partner yang menarik untuk para ilmuwan konflik international yang tertarik pada konflik di Kalimantan Barat.

Program pengajaran di UNTAN menawarkan para sarjana internasional sebuah akses ke berbagai macam komunitas yang berkonflik. UNTAN juga menawarkan dan mengakses pada keahlian sarjana lokal atas kondisi-kondisi spesifik yang ada di Kalimantan. Dengan koneksi yang luas dalam administrasi penelitian nasional dan daerah, UNTAN juga dapat membantu dalam urusan yang berhubungan dengan izin penelitian/visa, dan sebagainya.

Untuk memaksimalkan keuntungan bersama dalam kerjasama antara para sarjana/peneliti internasional dengan universitas, poin-poin awal tertentu harus disetujui.

  • Pelayanan-pelayanan tekhnis diberikan dalam proses mendapatkan izin-izin penelitian, menyeleksi daerah penelitian, menyusun transportasi, dan sebagainya, membutuhkan sumber-sumber daya dari universitas. Sumber-sumber daya ini harus dianggarkan di dalam proyek penelitian.
  • Para sarjana senior harus mempertimbangkan untuk memberi kuliah secara regular selama mereka tinggal. Untuk mengoptimalkan keberhasilan kontribusi mereka, mereka harus mempelajari program-program UNTAN secara teliti dan merencanakan pemberian kuliah-kuliah mereka bersama dengan direktur program studi sarjana, Prof.Syarief Ibrahim Alqadrie (Hyperlink). .
  • Pelajar-pelajar PhD, yang kontribusinya sebagai dosen kurang dari para sarjana senior, harus mempertimbangkan anggaran pengeluaran tambahan yang cukup untuk biaya-biaya institusional selama mereka tinggal.
  • Karena keterbatasan jumlah staf pengajar dan besarnya jumlah pelajar-pelajar di UNTAN, para sarjana internasional harus berkonsultasi dengan supervisor-supervisor mereka sendiri tentang topik penelitian mereka, daripada mengharapkan waktu luang supervisor dari staf UNTAN, khususnya pada tahap-tahap awal studi mereka (melakukan sendiri fase pra-studi).

 

Pelajar-pelajar yang tertarik bekerjasama dengan UNTAN, diharapkan untuk mempelajari halaman-halaman ICSN tentang studi konflik supaya mampu mengusulkan strategi-strategi yang dapat bekerjasama dengan universitas dengan cara yang menguntungkan satu sama lain. Setelah itu, setiap pertanyaan yang belum jelas dapat ditujukan ke Prof. Dr. Syarief Ibrahim Alqadrie, Direktur Studi Pasca Sarjana Ilmu Sosial UNTAN (S2): Salqadrie@yahoo.com